Text
Determinasi Willingness to Pay Asuransi Kesehatan Tambahan: Studi tentang Persepsi Layanan, Kepercayaan, dan Niat Beli Konsumen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi willingness to pay (WTP) terhadap Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) atau Complementary Health Insurance (CHI) sebagai pelengkap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - BPJS Kesehatan di Indonesia. Secara khusus, penelitian ini mengkaji peran knowledge, perceived benefit, dan perceived service quality BPJS Kesehatan dalam membentuk trust toward CHI dan purchase intention, serta dampaknya terhadap WTP, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor prediktor utama yang berperan dalam pembentukan WTP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 445 responden peserta BPJS Kesehatan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Evaluasi model dilakukan melalui pengujian model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), termasuk pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung (mediasi), nilai koefisien determinasi (R²), effect size (f²), serta relevansi dan kapabilitas prediktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge dan perceived benefit berpengaruh signifikan terhadap trust toward CHI dan purchase intention. Selanjutnya, purchase intention dan trust toward CHI berpengaruh signifikan terhadap willingness to pay, dengan purchase intention sebagai faktor yang paling dominan. Analisis mediasi mengungkapkan bahwa trust toward CHI dan purchase intention berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara variabel independen dan WTP. Nilai R² menunjukkan kemampuan penjelasan model yang kuat terhadap WTP, sekaligus mendukung kapabilitas prediktif model dalam menjelaskan pembentukan WTP. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan asuransi dalam merancang strategi edukasi dan komunikasi manfaat AKT, serta bagi pembuat kebijakan dalam memperkuat peran AKT sebagai pelengkap sistem pembiayaan kesehatan nasional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan faktor kemampuan ekonomi, seperti pendapatan (income), guna memperkaya pemahaman mengenai determinan dan prediktor willingness to pay (WTP).
No other version available