Text
Analisis Minat Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) sebagai Alat Pembayaran Digital pada Pelaku Usaha Mikro di Kawasan Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sistem pembayaran, termasuk penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran digital di Indonesia. Meskipun adopsi QRIS terus meningkat secara nasional dan regional, tingkat penggunaan oleh pelaku usaha mikro di kawasan Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Minat Penggunaan QRIS pada pelaku usaha mikro dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi, yaitu Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Subjective Norm (SN), Trust (TR), dan Perceived Security (PS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 162 pelaku usaha mikro. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use, Subjective Norm, dan Perceived Security berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan QRIS. Sementara itu, Perceived Usefulness dan Trust tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan QRIS. Hasil ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, dan persepsi keamanan merupakan faktor utama dalam mendorong minat pelaku usaha mikro untuk menggunakan QRIS.
No other version available